Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.

Username/Email:
  

Password
  





Search Forums

(Advanced Search)

Forum Statistics
» Members: 732
» Latest member: Laundromat Palm
» Forum threads: 205
» Forum posts: 389

Full Statistics

Online Users
There are currently 7 online users.
» 0 Member(s) | 7 Guest(s)

Latest Threads
Setting Network VM agar b...
Forum: VMware Workstation, Player & Fusion
Last Post: vmaja
28-01-2017, 03:47 PM
» Replies: 1
» Views: 15,454
Cara sharing OpenVPN/Soft...
Forum: VMware Workstation, Player & Fusion
Last Post: akanerin7
17-01-2017, 03:45 PM
» Replies: 0
» Views: 11,690
Cara Backup and Recovery ...
Forum: VMware Data Recovery
Last Post: Rian Agung
28-12-2016, 07:15 PM
» Replies: 0
» Views: 1,432
Perbedaan VMFS 5 dengan V...
Forum: Storage
Last Post: domsbyte
28-12-2016, 06:56 PM
» Replies: 0
» Views: 1,018
Setup iSCSI Target FreeNA...
Forum: VMware ESXi 6.x
Last Post: vmaja
28-12-2016, 10:23 AM
» Replies: 3
» Views: 3,692
Fitur Terbaru dari VMware...
Forum: VMware ESXi 6.x
Last Post: domblonk
28-12-2016, 10:17 AM
» Replies: 0
» Views: 714
AWS Hadirkan Layanan Hybr...
Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud
Last Post: domblonk
21-12-2016, 03:32 PM
» Replies: 0
» Views: 804
Cannot Login After Instal...
Forum: VMware ESXi 6.x
Last Post: domblonk
11-11-2016, 06:26 PM
» Replies: 4
» Views: 2,944
Free Video Training – VMw...
Forum: VMware vCloud Director
Last Post: haris.minanda
20-10-2016, 11:16 AM
» Replies: 8
» Views: 8,051
Kesempatan Kerja di Surab...
Forum: Lowongan Kerja Indonesia
Last Post: AGM88
17-10-2016, 11:06 PM
» Replies: 1
» Views: 3,234

 
  Setting Network VM agar bisa di ping dari komputer lain
Posted by: ioniers - 20-01-2017, 02:26 PM - Forum: VMware Workstation, Player & Fusion - Replies (1)

Salam kenal para suhu dan master yang ada di forum ini dari newbie.
Saya baru belajar mencoba mengeksplor VMware dan tahap awal telah berhasil berhasil install VMware Workstaion 12 di Laptop Win10 sebagai PC Host.

Kemudian di VM Workstation 12 saya install Windows 7 dan Ubuntu hingga selesai dan dapat dijalan kan dengan konfigurasi network default (Host Only). Pada Kondisi ini VM Win7 dan Ubuntu sudah dapat berkomunikasi (ping) dan bisa koneksi internet dan bisa ping ke PC Host dan PC lain dalam jaringan. Tapi ketika dari PC lain dalam satu network dengan PC Host akan ping ke VM Win7 maupun Ubuntu hasilnya RTO.

Mungkin ada pencerahan dari suhu dan master disini apa yang harus dikonfigurasi.
Terimakasih sebelumnya.

Print this item

  Cara sharing OpenVPN/Softether VPN buat RemixOS di VMWare
Posted by: akanerin7 - 17-01-2017, 03:45 PM - Forum: VMware Workstation, Player & Fusion - No Replies

ceritanya gini nih aku itu mau pake VPN gitu buat RemixOS diVMWare tapi kok gk bisa konek :/ aku coba Bridged ke tetering dari hp andro malah work, plz bantuin cara sharing Tap-Adapter/VPN Client adapter ke Guest OS soalnya proxifier gk berguna T-T.

Print this item

  Cara Backup and Recovery VMs menggunakan vSphere Data Protection
Posted by: Rian Agung - 28-12-2016, 07:15 PM - Forum: VMware Data Recovery - No Replies

Salah satu best practice untuk mem-backup VMs yang ada di server virtualization anda tersedia jika anda membeli license VMware versi 6.0, baik itu yang standard ataupun yang sudah high level seperti vSOM enterprise plus, itu semua sebenarnya sudah dilengkapi dengan satu tools untuk backup and recovery yang disebut VDP (VMware vSphere Data Protection).

Tools ini dapat memberikan keamanan kepada VMs anda apabila sewaktu-waktu VMs anda crash ataupun bermasalah pada aplikasi sehingga perlu recovery. Bahkan dapat recovery OS files yang bermasalah.

Image Level Files
VDP berkomunikasi dengan vCenter Server untuk membuat snapshot VM .vmdk files

Guest Level Backup
VDP support guest level backup untuk Microsoft SQL Server, Exchange Server, dan Share point server karena agent VDP ada di setiap server tersebut.

Untuk lebih jelasnya dapat diikuti langkah-langkah berikut untuk konfigurasi VDP:

  • Deploy OVF Template via vSphere Web Client
  • Masuk ke https://ip_of_vdp:8543/vdp-configure dan ikuti wizard yang ada
  • Setelah itu, icon VDP akan muncul pada vSphere Web Client
[Image: VDP-1024x465.png]
  • Buat backup job dengan klik icon VDP
[Image: VDP2-1024x546.png]
  • Kemudian akan muncul pilihan apakah kita ingin backup aplikasi atau guest level image

[Image: VDP3-1024x321.png]
  • Pilihan selanjutnya adalah apakah full back up images yang berarti VDP membackup semua VMs files ke disk VDP ataukah Individual disk, yang berarti hanya VM disk saja yang diback up.
[Image: VDP4-1024x297.png]
  • Langkah selanjutnya adalah pemilihan VMs yang akan di-backup dari Datacenter.
[Image: VDP5-1024x440.png]
  • Setelah itu, lakukan backup scheduling untuk memastikan seberapa sering VDP akan membackup VMs yang telah dipilih sebelumnya. Contoh kali ini daily, sehingga tiap hari VMs tersebut akan di backup oleh VDP.
[Image: VDP6-1024x236.png]
  • Kemudian harus ditentukan juga retention policy, untuk mengetahui sampai kapan VMs backup akan disimpan dalam system VDP
  • [Image: VDP7-1024x465.png]Setelah itu, berikan nama backup job VMs agar dapat dibedakan dengan backup job yang lainnya.
[Image: VDP8-1024x211.png]
  • Setelah membuat backup job, klik Finished. Pada tab Configuration VDP, dapat dikonfigurasi “Backup Window”. Jika default, maka VDP akan memback-up VMs yang anda pilih start pada pukul 8.00 PM (after office hours).

Semoga bermanfaat.
Sumber : i-3.co.id

Print this item

  Perbedaan VMFS 5 dengan VMFS 3 Datastore?
Posted by: domsbyte - 28-12-2016, 06:56 PM - Forum: Storage - No Replies

[Image: Belajar-VMware-Perbedaan-VMFS5-dengan-VMFS3.png]

Ingin mengetahui apa perbedaan dasar VMFS 5 dengan VMFS 3 datastore di VMware vSphere? Siapa yang lebih unggul? Jika anda sudah menggunakan VMFS 3 dan ingin beralih ke VMFS 5, apakah bisa? Yuk kita simak penjelasannya!

VMFS 5 tersedia di vSphere 5 dan 6. VMFS 5 diperkenalkan dengan peningkatan performa yang cukup signifikan. Jika Anda menginstall VMware ESXi 5 / 6, VMFS 5 akan digunakan sebagai format default untuk datastore. Tetapi jika Anda meng-upgrade ESX 4 / 4.1 ke ESXi 5, maka versi datastore hanya ada VMFS 3.

Artikel ini akan memberitahu Anda tentang perbedaan datastore VMFS 3 dan VMFS 5:

CapabilityVMFS 5VMFS 3 
Available Block Size only 1 MB1 MB/2MB/4MB/8MB 
Sub-Block size8 KB64 KB 
Maximum Single Extend size64 TB2 TB  less 512 bytes 
Partition StyleGPT (GUID Partition Table)MBR (Master Boot Record) style 
Supported Hosts versionsOnly ESXi 5 is supportedESX/ESX 3.X, 4.X & 5.x 
Spanned Volume size64 TB (32 extends with any size combination)64 TB (32 extends with max size of extent is 2 TB) 
 
Upgrade pathSudah versi terbaru. Tidak perlu upgrade versi lagiVMFS 3 to VMFS 5 
 
File Limit10000030000

Perbedaan yang begitu mencolok adalah bahwa di VMFS 5 setiap individual extents bisa berukuran hingga 64TB, tidak seperti di VMFS 3 setiap extent dibatasi hanya bisa 2TB.

Ketika membuat datastore 64TB dengan VMFS 5 anda hanya perlu 1 extent / LUN saja, tetapi dengan VMFS 3 Anda membutuhkan 32 extent / LUN. Hemmm, improvisasi yang sangat baik dari VMware.

Anda juga bisa meng-upgrade VMFS 3 ke VMFS 5 menggunakan ESXi 5 Command Line atau vSphere Client ketika virtual machine dalam kondisi menyala (tidak harus power-off, suspended, atau migrated). Menarik bukan?

Semoga bermanfaat..

Print this item

  Fitur Terbaru dari VMware vSphere 6.5
Posted by: domblonk - 28-12-2016, 10:17 AM - Forum: VMware ESXi 6.x - No Replies

VMware vSphere 6.5 telah resmi diumumkan oleh VMware pada acara tahunan VMworld di Barcelona pada tanggal 18 oktober 2016 ini. Pada pengumuman itu, dijelaskan juga beberapa kelebihan dari vSphere 6.5 ini dibanding dengan versi-versi sebelumnya. Dari sisi Virtual machines, vSphere 6.5 ini membawa perubahan yang cukup signifikan dibanding pendahulunya seperti versi virtual hardware yang digunakan versi 13 dengan maximal 6 TB memori dan telah menerapkan UEFI Secure Boot untuk guest OS untuk menambah security vms.Secara garis besar, vSphere 6.5 ini mengusung perbaikan berupa “dramatically simplified user experience”, seperti berikut ini:VCSA 6.5 Improvements:

  • Backup / restore
  • Migrasi dari Windows vCenter 5.5 atau 6.0 ke VCSA 6.5
  • Installer VCSA dapat jalan dengan lancer pada Windows, MAC, dan Linux
  • Terdapat pilihan Install, Upgrade, Migrate, Restore pada saat instalasi VCSA. Versi sebelumnya hanya Install dan Upgrade.
  • Native HA
  • Improve Appliance Management
  • Built-IN Backup/Restore VCSA 6.5
  • Improvement dari segi GUI overview system yang sedang berjalan untuk monitoring VCSA
  • Improvement vSphere Web Client dan vsphere client jadi menggunkan HTML 5 (tanpa harus instalasi Client Integration Plugin)
  • Built in VMware Update Manager (VUM), Autodeploy and Host Profiles.
Host & Resource Management and Operations Improvements:Improvement dari Fitur HA (High Availability), DRS (Distributed Resources Scheduler)
  • Pilihan HA Admission control setting yang lebih simpel
[Image: Host-Resource-Management-and-Operations-...24x493.png]
  • VM restart Priority dengan menambahkan highest dan lowest pada urutan prioritas ketika host failed
[Image: VM-restart-Priority-1024x680.png][Image: VM-restart-Priority-2-1024x462.png]
  • Proactive HA, memberikan notifikasi ketika terjadi kegagalan pada host, sehingga admin dapat memberikan aksi yang sesuai, sehingga meminimalisir downtime VMs.
[Image: Proactive-HA.png]
  • Penambahan status Quarantine Mode, ketika terdapat host dengan performa yang menurun, maka dengan status tersebut, semua VM dalam host tersebut akan dipindahkan ke host lain
[Image: Quarantine.png]
  • Management DRS setting Improvements, dengan menjadikan cluster menjadi lebih balanced dengan adanya VM Count.
[Image: DRS-Policies-1024x495.png]
  • Network Aware DRS, DRS yang baru akan melihat host network bandwidth sebelum memindahkan VMs ke host yang lain
[Image: Network-Aware-1024x476.png]
 
  • Storage I/O Control yang dapat mengontrol limit, reservation, dan shares dari IOPS via SPBM (Storage Policy Based Management) menggunakan IO Filters (VAIO)
[Image: SIOC-1024x541.png]
  • Content Library, Sekarang kita dapat mount ISO dalam Content Library, Customize VMs yang berada dalam content Library dan update template existing yang ada dalam content library dan juga HTTP synchronization antara vcenter library.
[Image: Content-Library-1024x470.png] Fault Tolerance Improvements
  • Mengurangi network latency yang dihasilkan dari proses copy VMs dari primary VM ke Secondary VMs sampai 10x.
  • Terintegrasi dengan DRS, yang dapat memilih host dengan cerdas host yang mana yang paling tepat untuk secondary VMs berdasarkan resource yang dimiliki host seperti network bandwidth dan datastore untuk secondary VM akan dilihat dan dipertimbangkan.
[Image: Fault-Tolerance-1024x481.png]
  • Dapat melakukan FT pada saat VMs menggunakan multiple fisikal NIC
Semoga bermanfaat..
Sumber : i-3.co.id

Print this item

  AWS Hadirkan Layanan Hybrid Cloud Terbaru, dari Software sampai Kontainer
Posted by: domblonk - 21-12-2016, 03:32 PM - Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud - No Replies

[Image: keynote-snowmobile.jpg?resize=700%2C467&ssl=1]

Las Vegas, InfoKomputer – Kekuatan Amazon Web Services (AWS) di arena public cloud tak perlu diragukan lagi. Enam tahun berturut-turut, AWS bercokol di posisi Leader dalam Gartner Magic Quadrant untuk Cloud Infrastructure as a Service. Sampai tahun ini, AWS telah memiliki sekitar 1.000 layanan, feature, dan tool cloud baru yang ditawarkan pada pelanggannya.

Di arena hybrid cloud, AWS cenderung bermain lebih “kalem”. Celah ini dimanfaatkan para kompetitornya untuk lebih agresif menawarkan solusi hybrid cloud. Misalnya, Microsoft meluncurkan Azure Stack dan Oracle baru-baru ini memperkenalkan Oracle Cloud Machine. Keduanya akan memampukan pelanggan memboyong kapabilitas cloud Azure dan Oracle ke data center mereka.

Sebenarnya ada beberapa layanan hybrid yang ditawarkan AWS, misalnya Amazon Virtual Private Cloud (VPC) dan Amazon Direct Connect untuk  integrated networking, AWS Storage Gateway dan AWS Snowball untuk data integration, dan AWS Directory Service untuk identity integration.

Langkah AWS menggandeng VMware untuk menyajikan layanan hybrid cloud VMware Cloud on AWS bulan Oktober lalu cukup memperoleh perhatian pasar. Terutama karena cukup banyak organisasi telah memvirtualisasi lingkungan TI on premise-nya dengan VMware dan juga menjalankan aplikasi di cloud AWS.

Hybrid untuk Perangkat IoT

Di ajang AWS re:Invent 2016 yang berlangsung di Las Vegas, AS, AWS memperkenalkan solusi hybrid cloud untuk kebutuhan Internet of Things, yaitu AWS Greengrass. Software AWS Greengrass memampukan IoT connected device menjalankan fungsi-fungsi AWS Lambda, compute, messaging, dan data caching secara lokal. AWS Lambda adalah serverless computing framework untuk menjalankan kode-kode pemrograman di cloud.

Salah satu contoh pemanfaatan AWS Greengrass didemonstrasikan di re:Invent 2016 oleh NASA Jet Propulsion Laboratory, pembuat Rovers, robot penjelajah Planet Mars. AWS Greengrass dipasang pada Rov-E (Remotely Operated Vehicle for Education) agar pemrograman dan pengujian robot-robot JPL dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Dengan AWS Greengrass, JPL dapat membenamkan kemampuan mengeksekusi kode secara lokal pada robot-robot yang akan ditempatkan di lingkungan-lingkungan yang sulit, misalnya di Mars, bulan, atau bumi. AWS Greengrass juga memampukan kode-kode pemrograman pada robot itu  melakukan kalkulasi dan analisa terhadap big data di cloud.

Truk Kontainer untuk Pindahkan Data ke Cloud

Di panggung re:Invent 2016, Andy Jassy (CEO, AWS) juga memperkenalkan generasi terbaru AWS Snowball, layanan data transport untuk memindahkan data berskala petabyte ke cloud AWS.

Layanan bernama Snowball Edge ini dibekali kemampuan yang sama dengan Snowball. Tambahannya adalah kapasitas simpan data yang dua kali lebih besar, sampai dengan 100 TB; kecepatan jaringan empat kali lebih gegas; fasilitas built in Wi-Fi dan komunikasi seluler; dan interface Network File System dengan Amazon S3-compatible endpoint  sehingga Snowball Edge dapat terkoneksi ke cloud, mengirim data dari dan ke Amazon S3.

Bagaimana dengan perusahaan yang datanya mencapai skala exabyte? Jangan khawatir karena AWS mempunyai Snowmobile.Layanan data transport ini  terpasang pada sebuah truk kontainer berukuran panjang hampir 15 meter. Menurut Jassy, Snowmobile dapat menampung data hingga 100 petabyte. “Kami akan mendatangkan truk ini ke data center Anda,” ujarnya.

Untuk mulai memindahkan data, pelanggan cukup menancapkan kabel power Snowmobile dan menghubungkan penyimpan data ke Snowmobile dengan kabel fiber.

Menurut Jassy, butuh waktu sekitar 26 tahun untuk memindahkan satu exabyte data dengan kecepatan 10 Gbps ke data center AWS. Namun dengan sepuluh Snowmobile, proses data transport bisa dituntaskan dalam waktu kurang dari enam bulan.

Sumber : infokomputer.com

Print this item

  Cannot Login After Installation VMWare Esxi 6.0 On HPE DL380 G9
Posted by: andre2mei - 27-10-2016, 10:30 AM - Forum: VMware ESXi 6.x - Replies (4)

Hi, Ini postingan pertama saya.
Saya ucapkan terima kasih banyak atas adanya forum ini semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Bapak2 dan Ibu2,
Ada yang mau saya tanyakan mengenai installasi vmware 6.0 di server hp saya. saya coba install di server hp dl380 g9 tapi ada masalah dengan password nya.
pada saat installasi saya masukan password dan selanjutnya setelah saya selesai intallasi password yang saya konfigure pada saat installasi tidak dapat digunakan untuk login. 
saya sudah mencoba install 3 kali dan menemukan masalah yang sama, apa ada rekan2 di sini yang mengalami hal serupa dan punya solusi?

Note :
saya menggunakan vmware :
VMware-VMvisor-Installer-6.0.0.update02-3620759.x86_64.iso

thanks

Print this item

  Pertama Di Indonesia, Virtualisasi Dan Cloud VMWare Masuk Kurikulum Universitas
Posted by: vmaja - 14-10-2016, 03:47 PM - Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud - No Replies

[Image: VMware-IT-Academy-Program-2.jpg]

ArenaLTE.com – VMware, pemimpin global di kancah infrastruktur cloud dan business mobility, hari ini mengumumkan dijalinnya kerja sama dengan APTIKOM, Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia melalui program VMware IT Academy Program.

Kerja sama tersebut akan mencakup pembekalan dan peningkatan pengetahuan serta kecakapan teknis tepat guna dalam bidang teknologi virtualisasi dan cloud bagi mahasiswa berikut staf pengajar dari 99 universitas dan perguruan tinggi yang terlibat, dalam rangka turut berkontribusi mendorong pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Nota Kesepahaman yang dijalin dengan APTIKOM menjadi pengukuhan kontribusi VMware sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang menyediakan kurikulum berikut pelatihan mengenai virtualisasi dan cloud bagi mahasiswa dari 99 universitas dan perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam kerja sama tersebut VMware juga berkontribusi dalam memfasilitasi pengembangan lima Pusat Riset Virtualisasi dan Cloud, serta pelatihan untuk staf pengajar dan mahasiswa. Kerja sama APTIKOM-VMware akan mencakup hal-hal penyediaan dan dukungan bagi universitas dan perguruan tinggi di Indonesia, yang meliputi:

Memfasilitasi pembangunan lima Pusat Riset Virtualisasi dan Cloud, di mana VMware software-defined data centre beserta solusi-solusi VMware berbasis cloud akan di-host di kampus-kampus yang berlokasi di universitas dan perguruan tinggi yang terlibat, serta akan disediakan pula platform untuk pelatihan dan pengembangan talenta dan kecakapan bagi staf pengajar dan mahasiswa.

Institusi juga akan diberikan akses ke material dan peranti yang diciptakan oleh para insinyur dari VMware melalui VMware IT Academy Program dan dibekali pula dengan modul dan aktivitas pelatihan, seperti webinars, diskusi teknis yang komprehensif dan mendalam. VMware akan menyediakan lisensi untuk masing-masing pusat riset tersebut.

VMware IT Academy Program akan ditawarkan bagi fakultas dan jurusan Ilmu Komputer, Teknik dan Informatika dari universitas-universitas yang terlibat dan bersama dengan APTIKOM, VMware IT Academy Program ini akan memberikan pelatihan kepada dosen mengenai kurikulum Virtualisasi dan Cloud yang telah disempurnakan dengan insights dari industri.

Hal ini diharapkan akan dapat membekali staf pengajar dengan teori sekaligus pengetahuan praktis dalam rangka memberdayakan mahasiswa dan membekali mereka dengan kecakapan teknis dan pengetahuan yang tepat guna.

VMware akan menyediakan lisensi software dan subskripsi akademik gratis bagi universitas-universitas yang terlibat, sehingga memungkinkan staf pengajar dan mahasiswa mencoba dan memahami teknologi-teknologi yang disuguhkan tersebut dengan baik.

Sumber : http://arenalte.com/NPIiwx

Print this item

  Lowongan Kerja BUMN Kantor Berita Indonesia Perum LKBN Antara - Sept Oktober 2016
Posted by: domsbyte - 04-10-2016, 11:25 AM - Forum: Lowongan Kerja Indonesia - No Replies

Mari Bergabung Bersama Kami di Kantor Berita Indonesia - ANTARA  

  1. NETWORK ENGINEER (ARTechS)
 
TANGGUNG JAWAB PEKERJAAN:
[*]Mampu mengoperasikan operasional jaringan Internet dan Intranet.
[*]Mampu menangani troubleshooting yang terjadi di network.
[*]Mampu menganalisa jaringan yang sudah terpasang.
[*]Mampu dan mengerti membuat dan mengganti jaringan yang sudah ada.
[*]Mampu bekerja dengan shifting time.
[*]Mampu bekerja sama dengan team.
[*]Menjaga confidentiality atas dokumen perusahaan.
KEAHLIAN
Bidang Networking
[*]Memahami Sistem Protocol TCP/IP.
[*]Menguasai konsep implementasi routing baik LAN maupun WAN.
[*]Menguasai Operating system berbasis LINUX dan Cisco.
[*]Memahami aspek security jaringan.
[*]Menguasai jaringan Nirkabel.
[*]Mampu melakukan analisa dan troubleshooting jaringan.
Bidang Tools
[*]Menguasai security system dan troubleshooting system UNIX.
[*]Memahami konsep Virtual machine (VMware).
[*]Mengerti Web Server, Proxy Server, Radius Sistem.
[*]Memahami konsep Domain Name Service.
[*]Memahami konsep Mail Server (MUA, MTA, SMTO).
 
KUALIFIKASI
[*]Pria, usia 22 - 26 th.
[*]Pendidikan Min. SI Tehnik Inforamtika dan Tehnik Komputer.
[*]Sanggup bekerja di bawah tekanan dan berkelakuan baik.
[*]Mampu dan mengerti tentang Solaris, Unix dan Linux.
[*]Mampu berbahasa inggris aktif.
[*]Mampu bekerja secara mandiri dan juga secara Team.
[*]Berkepribadian baik, jujur, memiliki inisiatif/ analisa yang baik serta dapatbekerja keras dibawah tekanan.
[*]Mempunyai pengalaman Min. 1 (satu) tahun dibidang yang sama.
 
Lamaran diterima paling lambat 1 (satu) bulan setelah lowongan ini dimuat.
Please send your CV & Application Letter to :
Dept. SDM & Umum LKBN ANTARA
Wisma ANTARA Lt.19
Jl. Medan Merdeka Selatan Kav.17
Jakarta Pusat 10110
 
Sumber dan Info Lebih Lanjut: bumn.go.id

Print this item

  Ketika Perusahaan Perangkat Lunak Masuk Kampus Nasional
Posted by: Adi Surahman - 04-10-2016, 11:20 AM - Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud - No Replies

TEMPO.COJakarta - VMware, perusahaan perangkat lunak virtualisasi berbasis di Amerika Serikat, ingin produknya bisa dipakai oleh lebih banyak konsumen. Selama ini, produk perangkat lunak berbasis cloud dan virtualisasi mereka lebih banyak digunakan oleh konsumen berskala enterprise atau rekan bisnisnya.

Kini, perusahaan berbasis produk perangkat lunak ini ingin produk mereka juga dipahami oleh akademikus yang berfokus di bidang ilmu komputer. “Kami adalah perusahaan perangkat lunak yang memberi solusi virtualisasi,” kata Adi Rusli, Senior Director and Country Manager VMware Indonesia, pekan lalu.

Menurut Adi, penetrasi pasar Indonesia untuk virtualisasi, cloud, mobile, dan big data masih rendah. “Kesempatan berbisnis masih terbuka lebar,” ujarnya. Untuk mengisi luasnya ruang bisnis ini, industri membutuhkan banyak tenaga kerja yang memiliki keahlian pada bidang virtualisasi dan cloud.

“Kecakapan dan pengetahuan mahasiswa yang bisa langsung pakai saat mereka terjun ke dunia industri jadi bekal penting saat lulus nanti,” kata Adi. Kebutuhan akan tenaga kerja dengan kemampuan khusus ini masih dirasakan sulit untuk didapatkan oleh industri. 

Berkaitan dengan pengenalan produk dan kebutuhan tenaga kerja terampil, VMware kemudian memilih masuk ke dunia pendidikan dan menyediakan teknologi inovasi dalam bentuk kurikulum. Selain itu, ada pelatihan virtualisasi dan cloud bagi tenaga pengajar dan mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia.

Adi menambahkan, secara global, program perusahaannya terhadap pendidikan sudah berjalan lama. Dengan demikian, secara dasar pendidikan, perusahaannya sudah mempunyai bekal kurikulum dan beragam materi, seperti tutorial, video, serta e-learning, yang bisa dibagikan kepada pendidikan di Indonesia.

Untuk mewujudkan hal itu, VMware bekerja sama dengan 99 perguruan tinggi yang bernaung dalam Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (Aptikom). Tujuannya, melakukan pelatihan, pembekalan, serta program sertifikasi kepada para pengajar dan mahasiswa ilmu komputer.

Sebagai langkah awal dalam memasuki dunia pendidikan, VMware menggandeng Aptikom agar mampu menjangkau berbagai perguruan tinggi yang tak hanya ada di Ibu Kota. “Kami memilih yang kecil-kecil, yang belum tentu mereka mempunyai kemampuan membangun pusat riset sendiri,” ucap Adi. 

VMware lalu menawarkan VMware Academy Program, yakni perguruan tinggi akan mendapatkan software yang biasa digunakan oleh enterprise untuk kemudian dimanfaatkan dalam kebutuhan riset perkuliahan. Software ini bisa digunakan mahasiswa pada beragam perangkat. 

Mahasiswa akan berkesempatan mengakses aneka materi e-learning, tutorial, dan workshop secara online hingga mengakses laboratorium online milik VMware. Institusi pendidikan mitra VMware juga akan mendapatkan VMware Academy IT. 

VMware menyediakan kurikulum standar yang bisa diadopsi perguruan tinggi menjadi mata kuliah wajib atau pilihan. Selain itu, VMware dan Aptikom akan memberikan dukungan agar mahasiswa mendapatkan sertifikasi yang diakui industri. “Dalam kerja sama ini, VMware memberi subsidi hingga 70 persen.”

Asisten Koordinator Management Transformasi Telkom University, Nina Kurnia Hikmawati, mengatakan pendidikan dan industri memang harus sejalan seiring. “Tidak ada artinya kalau pendidikan tidak dipakai oleh industri. Begitu juga sebaliknya, tidak ada artinya industri jika tidak didukung akademik.”

Bagi institusi pendidikan, kerja sama dengan industri seperti VMware merupakan hal penting. Kerja sama ini memastikan bahwa apa yang dipakai dan diterapkan akademik berguna bagi industri. Sebaliknya, apa yang dibutuhkan industri bisa dilakukan oleh institusi akademik. Pada akhirnya, kedua sektor yang saling beririsan ini bisa saling berdiskusi, menciptakan manfaat, dan bisa terwadahi sesuai kebutuhan.

Program memasuki ruang pendidikan tak hanya dilakukan VMware. NetApp, perusahaan penyedia perangkat lunak, melakukan tindakan serupa. NetApp menggandeng Binus International University untuk memanfaatkan sumber daya pengetahuan yang mereka miliki.
Kerja sama bernama Academic Alliance ini menambahkan materi pengajaran penyimpanan dan pengelolaan data NetApp ke dalam kurikulum Business Information System. Materi ini menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa Business Computing Infrastructures and Communications tahun kedua dan ketiga.

NetApp memfasilitasi mahasiswa untuk mempelajari teknologi, terminologi, dan kemampuan untuk mengolah data dalam jumlah besar secara on-promise maupun cloud. Dalam program ini, NetApp menyediakan bahan pengajaran mengenai penyimpanan dan pengelolaan data bagi institusi pendidikan, sesi kuliah berbasis web, simulasi perangkat lunak, hingga sesi pembelajaran 30 jam.

Country Manager NetApp Indonesia, Ana Sopia, mengatakan pihaknya melihat adanya peningkatan kebutuhan tenaga ahli terkait dengan data di industri, terutama di Indonesia. “Ini langkah pertama atas komitmen kami untuk memberdayakan negara dan mendidik bakat muda dari generasi penerus.” ujarnya.

Tujuan yang ingin dicapai NetApp serupa VMware, yaitu menyediakan tenaga ahli dalam bidangnya. NetApp ingin mencetak tenaga ahli bidang pengolahan data digital.

Sumber : www.
tekno.tempo.co

Print this item