Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.

Username/Email:
  

Password
  





Search Forums

(Advanced Search)

Forum Statistics
» Members: 761
» Latest member: h4r1purnomo
» Forum threads: 208
» Forum posts: 392

Full Statistics

Online Users
There are currently 18 online users.
» 0 Member(s) | 18 Guest(s)

Latest Threads
Hybrid Cloud jadi solusi ...
Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud
Last Post: domsbyte
Yesterday, 09:14 PM
» Replies: 0
» Views: 25
What’s New With VMware ...
Forum: VMware ESXi 6.x
Last Post: vmaja
Yesterday, 08:57 PM
» Replies: 0
» Views: 6
VMWare Ngebut Tambah Prod...
Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud
Last Post: domsbyte
Yesterday, 08:48 PM
» Replies: 0
» Views: 8
Setting Network VM agar b...
Forum: VMware Workstation, Player & Fusion
Last Post: vmaja
28-01-2017, 03:47 PM
» Replies: 1
» Views: 22,884
Cara sharing OpenVPN/Soft...
Forum: VMware Workstation, Player & Fusion
Last Post: akanerin7
17-01-2017, 03:45 PM
» Replies: 0
» Views: 12,536
Cara Backup and Recovery ...
Forum: VMware Data Recovery
Last Post: Rian Agung
28-12-2016, 07:15 PM
» Replies: 0
» Views: 1,917
Perbedaan VMFS 5 dengan V...
Forum: Storage
Last Post: domsbyte
28-12-2016, 06:56 PM
» Replies: 0
» Views: 1,597
Setup iSCSI Target FreeNA...
Forum: VMware ESXi 6.x
Last Post: vmaja
28-12-2016, 10:23 AM
» Replies: 3
» Views: 4,254
Fitur Terbaru dari VMware...
Forum: VMware ESXi 6.x
Last Post: domblonk
28-12-2016, 10:17 AM
» Replies: 0
» Views: 966
AWS Hadirkan Layanan Hybr...
Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud
Last Post: domblonk
21-12-2016, 03:32 PM
» Replies: 0
» Views: 1,080

 
  Hybrid Cloud jadi solusi tantangan platform digital masa depan
Posted by: domsbyte - Yesterday, 09:14 PM - Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud - No Replies

Jakarta (ANTARA News) – Seiring perkembangan pesat platform digital yang makin luas dan kompleks, tantangan di masa depan juga makin beragam. Kebangkitan platform digital telah mendisrupsi tatanan kehidupan dengan mengkonfigurasi ulang penciptaan sumber daya baru dengan skala yang lebih efisien serta berbasis data untuk membentuk lingkaran umpan balik dalam komunitas.

Model bisnis dari platform digital yang menggunakan teknologi untuk menghubungkan orang, organisasi, dan sumber daya dalam ekosistem interaktif, di mana jumlah nilai yang luar biasa dapat dibuat dan dipertukarkan. Teknologi inti yang digunakan platform digital juga makin meluas seperti mobile, QR code, biometrik, hingga digital workplace dan intelligence data analytics.

Kondisi tersebut memicu tantangan di masa depan dalam hal kompleksitas jaringan, inovasi bisnis, pengelolaan konektivitas secara efisien, hingga cyber security. Karena itu, dibutuhkan solusi terdepan guna menjawab tantangan masa depan seiring dinamika bisnis yang menuntut kecepatan, kelincahan, dan efisiensi.

“Infrastruktur utama dari platform digital terletak dalam teknologi cloud. Dewasa ini banyak korporasi mengadopsi teknologi cloud baru yakni SD-WAN (hybrid cloud) yang menawarkan fleksibilitas, latensi lebih unggul, dan lebih aman,” ujar Chief of Product & Service Officer Telkomtelstra Agus F. Abdillah di Jakarta, Kamis. 

Agus menjelaskan, hybrid cloud dapat menjawab tantangan masa depan terkait business intelligence analytics yang didukung dengan keamanan data. Di sektor retail misalnya, tantangan masa depan dapat berupa membangun advanced big data analytics serta bagaimana mengamankan data di data center lokal yang mampu digabungkan dengan data lain secara global. Di sisi lain, sektor retail juga menghadapi tantangan masa depan yakni pemanfaatan jumlah pelanggan yang menggunakan telpon seluler untuk berinteraksi dengan merek serta mengintegrasikan dengan automated customer service. 

Solusi tantangan masa depan di sector retail antara lain modernisasi data gudang dengan advanced big data analytics serta analisis instan terhadap sentimen sosial dan umpan balik pelanggan. Kemudian, mengamankan hasil business intelligence analytics yang sensitive di data center lokal.

Menyadari hal itu, Telkomtelstra menawarkan solusi pengelolaan cloud menjadi satu sistem terintegrasi dengan nama hybrid cloud system. Bekerjasama dengan Microsoft, sistem hybrid cloud ini memungkinkan data yang diklasifikasi strategis dan sensitif tetap tersimpan di data center Telkomtelstra di Indonesia, namun bisa diakses dengan Microsoft Azure publik secara global. Telkomtelstra menghubungkan Microsoft Azure dengan private connection sehingga keamanan datanya lebih terjamin.

Ketua Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) Alex Budiyanto menjelaskan, di masa depan, peran data akan menjadi sentral dan fundamental. Bukan hanya bagi platform digital, data akan menjadi aset terbesar bagi industri dan bangsa ini. Dan seluruh data tersebut akan terhubung dengan cloud computing.

“Kami ingin mengkampanyekan bahwa cloud computing merupakan sentral dari revolusi industri 4.0 karena jika kita melihat perkembangan teknologi dalam revolusi industri 4.0, semua akan terhubung dengan cloud computing,” ujarnya. 

Menurut dia, Internet of Things (IoT) akan mengirimkan data ke cloud, artificial intelligence dan big data analytics merupakan jasa yang terhubung dengan cloud. “Ini merupakan kampanye penting karena jika kita berbicara industri 4.0 kita akan bicara cloud computing karena cloud merupakan aspek fundamental dalam perjalanan revolusi industri 4.0,” ucapnya.

Sumber : antaranews.com

Print this item

  What’s New With VMware VCenter 6.7
Posted by: vmaja - Yesterday, 08:57 PM - Forum: VMware ESXi 6.x - No Replies

VMware vSphere 6.7 has been announced by VMware recently and there are many enhancement and new features are available with this release.In this post I am sharing details  about new features and enhancements of vCenter Server Appliance 6.7 .

VCSA 6.7 Improved Architecture
The major change for the vCenter Server Appliance , simplified  architecture. All vCenter Server services are running on a single instance with all the function .

  • vCenter Server with Embedded PSC with Enhanced Linked Mode
  • High availability no longer requires a load balancer and fully supports native vCenter Server High Availability.
  • SSO Site boundaries have been removed which provides flexibility of placement.
  • Supports vSphere scale maximums.
  • TLS 1.0 has been removed and using TLS 1.1
  • 15 deployments allowed in a vSphere Single Sign-On Domain.
  • Node management and maintenance is reduced
  • Built-in Migration Tool will support to import the historical and performance data during a migration .
  • Migration Toll will show estimated time of each option on migration window will take when migrating .
  • You will have option to pause and resume while doing the migration of data in background .
  • Migration from Windows vCenter to VCSA support custom ports if it has been configured in windows vCenter.
  • New HTML5 clarity UI
Sepertinya banyak peningkatan di versi terbaru ini, dan banyak tambahan fitur-fitur didalamnya.. bagaimana menurut anda?



Attached Files Thumbnail(s)
       
Print this item

  VMWare Ngebut Tambah Produk di Kawasan Asia
Posted by: domsbyte - Yesterday, 08:48 PM - Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud - No Replies

Bisnis.com, SINGAPURA — VMware terus memperbanyak produk layanan perusahaan yang tersedia di Asia untuk mengejar pertumbuh pesat ekonomi digital di kawasan tersebut.

Sanjay K. Deshmukh, Vice President sekaligus Managing Director, Asia Tenggara dan Korea, VMware, mengatakan perusahaan-perusahaan di Asia saat ini tengah berada di garis depan pada proses perubahan global menuju terwujudnya ekonomi inovasi.

“Mengantisipasi akan hal tersebut, VMware makin serius dalam menghadirkan inovasi-inovasi seputar cloud, mobility, dan security guna mendukung pelanggan dalam menyelami proses transformasi digital di perusahaan mereka serta dalam rangka menyongsong hadirnya gelombang pertumbuhan bisnis baru,” kata Desmukh dalam VMware CIO Forum 2019, Kamis (23/5/2019).

Dia menjelaskan transformasi digital menjadi kunci agar bisnis mampu bertahan di tengah gencarnya pengadopsian paradigma ekonomi baru di kawasan Asia karena perubahan yang terjadi memberikan pertimbangan bisnis baru. Perubahan yang terjadi misalnya pergeseran ekspektasi pelanggan, disrupsi yang terakselerasi, industri yang makin kompleks, kendala anggaran dan bakat, serta tantangan keamanan baru.

Namun, menurutnya yang menjadi tantangan adalah bagaimana perusahaan-perusahaan di wilayah ini mampu memastikan bahwa inovasi dan bisnisnya dapat terus bertumbuh hingga puluhan tahun mendatang.  

Selain itu, kurangnya kelincahan dan keterlambatan dalam menerapkan perubahan-perubahan diprediksi akan menjadi sandungan utama dalam menuntaskan perjalanan transformasi digital di lingkungan mereka.

Deshmukh mengungkapkan, jika dilihat perusahaan yang memimpin dengan pertumbuhan ekonomi terbesar dan tercepat di dunia, sebagian ada di Asia. Negara-negara tersebut yaitu Kamboja, Myanmar, Laos, Vietnam yang pertumbuhan ekonominya melebihi 6% dalam 10 tahun terakhir. Selain itu, terdapat aktivitas ekonomi besar yang terjadi di Indonesia dengan peluang bisnis yang besar.

“Saya yakin perusahaan juga telah berinvestasi dalam program transformasi digital untuk  berpartisipasi di peluang bisnis ini,” ujarnya.  

Desmukh mengatakan dengan portofolio solusi inovatif end-to-end terbaru dari VMware, pihaknya menghadirkan cetak-biru untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan transformasi digital.

Belum lama ini, VMware merilis sejumlah peningkatan-peningkatan pada solusi VMware Cloud miliknya yang meliputi penyempurnaan pada VMware Cloud Foundation, VMware vCloud Director, CloudHealth by VMware, serta perluasan akses ke layanan-layanan berbasis Cloud Foundation via VMware Cloud on AWS di Singapura.

Selain itu, melalui peluncuran VMware Cloud on Dell EMC serta Microsoft Azure VMware Solutions yang dilakukan belum lama ini juga bertujuan untuk menjangkau pelanggan lebih luas.

Kemudian, VMware Workspace ONE kini hadir dengan penyempurnaan dalam pengelolaan dan penerapan sistem keamanan yang makin baik, sehingga mampu melindungi fitur-fitur produktivitas pada Office 365 melalui beragam perangkat yang digunakan.

VMware juga memaparkan model pendekatan keamanan yang lebih fokus pada aplikasi dan bukan lagi dititikberatkan pada infrastruktur semata dalam menghalau serangan-serangan di perimeter. Melalui Service-defined Firewall yang diklaim pertama di industri dan disertai dengan peningkatan kapabilitas keamanan pada Workspace ONE.

“Kami berharap  perusahaan-perusahaan yang menggunakan solusi VMware dapat terus mengakselerasi pertumbuhannya, selaras dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di kawasan regional,” katanya.

Sumber : bisnis.com

Print this item

  Setting Network VM agar bisa di ping dari komputer lain
Posted by: ioniers - 20-01-2017, 02:26 PM - Forum: VMware Workstation, Player & Fusion - Replies (1)

Salam kenal para suhu dan master yang ada di forum ini dari newbie.
Saya baru belajar mencoba mengeksplor VMware dan tahap awal telah berhasil berhasil install VMware Workstaion 12 di Laptop Win10 sebagai PC Host.

Kemudian di VM Workstation 12 saya install Windows 7 dan Ubuntu hingga selesai dan dapat dijalan kan dengan konfigurasi network default (Host Only). Pada Kondisi ini VM Win7 dan Ubuntu sudah dapat berkomunikasi (ping) dan bisa koneksi internet dan bisa ping ke PC Host dan PC lain dalam jaringan. Tapi ketika dari PC lain dalam satu network dengan PC Host akan ping ke VM Win7 maupun Ubuntu hasilnya RTO.

Mungkin ada pencerahan dari suhu dan master disini apa yang harus dikonfigurasi.
Terimakasih sebelumnya.

Print this item

  Cara sharing OpenVPN/Softether VPN buat RemixOS di VMWare
Posted by: akanerin7 - 17-01-2017, 03:45 PM - Forum: VMware Workstation, Player & Fusion - No Replies

ceritanya gini nih aku itu mau pake VPN gitu buat RemixOS diVMWare tapi kok gk bisa konek :/ aku coba Bridged ke tetering dari hp andro malah work, plz bantuin cara sharing Tap-Adapter/VPN Client adapter ke Guest OS soalnya proxifier gk berguna T-T.

Print this item

  Cara Backup and Recovery VMs menggunakan vSphere Data Protection
Posted by: Rian Agung - 28-12-2016, 07:15 PM - Forum: VMware Data Recovery - No Replies

Salah satu best practice untuk mem-backup VMs yang ada di server virtualization anda tersedia jika anda membeli license VMware versi 6.0, baik itu yang standard ataupun yang sudah high level seperti vSOM enterprise plus, itu semua sebenarnya sudah dilengkapi dengan satu tools untuk backup and recovery yang disebut VDP (VMware vSphere Data Protection).

Tools ini dapat memberikan keamanan kepada VMs anda apabila sewaktu-waktu VMs anda crash ataupun bermasalah pada aplikasi sehingga perlu recovery. Bahkan dapat recovery OS files yang bermasalah.

Image Level Files
VDP berkomunikasi dengan vCenter Server untuk membuat snapshot VM .vmdk files

Guest Level Backup
VDP support guest level backup untuk Microsoft SQL Server, Exchange Server, dan Share point server karena agent VDP ada di setiap server tersebut.

Untuk lebih jelasnya dapat diikuti langkah-langkah berikut untuk konfigurasi VDP:

  • Deploy OVF Template via vSphere Web Client
  • Masuk ke https://ip_of_vdp:8543/vdp-configure dan ikuti wizard yang ada
  • Setelah itu, icon VDP akan muncul pada vSphere Web Client
[Image: VDP-1024x465.png]
  • Buat backup job dengan klik icon VDP
[Image: VDP2-1024x546.png]
  • Kemudian akan muncul pilihan apakah kita ingin backup aplikasi atau guest level image

[Image: VDP3-1024x321.png]
  • Pilihan selanjutnya adalah apakah full back up images yang berarti VDP membackup semua VMs files ke disk VDP ataukah Individual disk, yang berarti hanya VM disk saja yang diback up.
[Image: VDP4-1024x297.png]
  • Langkah selanjutnya adalah pemilihan VMs yang akan di-backup dari Datacenter.
[Image: VDP5-1024x440.png]
  • Setelah itu, lakukan backup scheduling untuk memastikan seberapa sering VDP akan membackup VMs yang telah dipilih sebelumnya. Contoh kali ini daily, sehingga tiap hari VMs tersebut akan di backup oleh VDP.
[Image: VDP6-1024x236.png]
  • Kemudian harus ditentukan juga retention policy, untuk mengetahui sampai kapan VMs backup akan disimpan dalam system VDP
  • [Image: VDP7-1024x465.png]Setelah itu, berikan nama backup job VMs agar dapat dibedakan dengan backup job yang lainnya.
[Image: VDP8-1024x211.png]
  • Setelah membuat backup job, klik Finished. Pada tab Configuration VDP, dapat dikonfigurasi “Backup Window”. Jika default, maka VDP akan memback-up VMs yang anda pilih start pada pukul 8.00 PM (after office hours).

Semoga bermanfaat.
Sumber : i-3.co.id

Print this item

  Perbedaan VMFS 5 dengan VMFS 3 Datastore?
Posted by: domsbyte - 28-12-2016, 06:56 PM - Forum: Storage - No Replies

[Image: Belajar-VMware-Perbedaan-VMFS5-dengan-VMFS3.png]

Ingin mengetahui apa perbedaan dasar VMFS 5 dengan VMFS 3 datastore di VMware vSphere? Siapa yang lebih unggul? Jika anda sudah menggunakan VMFS 3 dan ingin beralih ke VMFS 5, apakah bisa? Yuk kita simak penjelasannya!

VMFS 5 tersedia di vSphere 5 dan 6. VMFS 5 diperkenalkan dengan peningkatan performa yang cukup signifikan. Jika Anda menginstall VMware ESXi 5 / 6, VMFS 5 akan digunakan sebagai format default untuk datastore. Tetapi jika Anda meng-upgrade ESX 4 / 4.1 ke ESXi 5, maka versi datastore hanya ada VMFS 3.

Artikel ini akan memberitahu Anda tentang perbedaan datastore VMFS 3 dan VMFS 5:

CapabilityVMFS 5VMFS 3 
Available Block Size only 1 MB1 MB/2MB/4MB/8MB 
Sub-Block size8 KB64 KB 
Maximum Single Extend size64 TB2 TB  less 512 bytes 
Partition StyleGPT (GUID Partition Table)MBR (Master Boot Record) style 
Supported Hosts versionsOnly ESXi 5 is supportedESX/ESX 3.X, 4.X & 5.x 
Spanned Volume size64 TB (32 extends with any size combination)64 TB (32 extends with max size of extent is 2 TB) 
 
Upgrade pathSudah versi terbaru. Tidak perlu upgrade versi lagiVMFS 3 to VMFS 5 
 
File Limit10000030000

Perbedaan yang begitu mencolok adalah bahwa di VMFS 5 setiap individual extents bisa berukuran hingga 64TB, tidak seperti di VMFS 3 setiap extent dibatasi hanya bisa 2TB.

Ketika membuat datastore 64TB dengan VMFS 5 anda hanya perlu 1 extent / LUN saja, tetapi dengan VMFS 3 Anda membutuhkan 32 extent / LUN. Hemmm, improvisasi yang sangat baik dari VMware.

Anda juga bisa meng-upgrade VMFS 3 ke VMFS 5 menggunakan ESXi 5 Command Line atau vSphere Client ketika virtual machine dalam kondisi menyala (tidak harus power-off, suspended, atau migrated). Menarik bukan?

Semoga bermanfaat..

Print this item

  Fitur Terbaru dari VMware vSphere 6.5
Posted by: domblonk - 28-12-2016, 10:17 AM - Forum: VMware ESXi 6.x - No Replies

VMware vSphere 6.5 telah resmi diumumkan oleh VMware pada acara tahunan VMworld di Barcelona pada tanggal 18 oktober 2016 ini. Pada pengumuman itu, dijelaskan juga beberapa kelebihan dari vSphere 6.5 ini dibanding dengan versi-versi sebelumnya. Dari sisi Virtual machines, vSphere 6.5 ini membawa perubahan yang cukup signifikan dibanding pendahulunya seperti versi virtual hardware yang digunakan versi 13 dengan maximal 6 TB memori dan telah menerapkan UEFI Secure Boot untuk guest OS untuk menambah security vms.Secara garis besar, vSphere 6.5 ini mengusung perbaikan berupa “dramatically simplified user experience”, seperti berikut ini:VCSA 6.5 Improvements:

  • Backup / restore
  • Migrasi dari Windows vCenter 5.5 atau 6.0 ke VCSA 6.5
  • Installer VCSA dapat jalan dengan lancer pada Windows, MAC, dan Linux
  • Terdapat pilihan Install, Upgrade, Migrate, Restore pada saat instalasi VCSA. Versi sebelumnya hanya Install dan Upgrade.
  • Native HA
  • Improve Appliance Management
  • Built-IN Backup/Restore VCSA 6.5
  • Improvement dari segi GUI overview system yang sedang berjalan untuk monitoring VCSA
  • Improvement vSphere Web Client dan vsphere client jadi menggunkan HTML 5 (tanpa harus instalasi Client Integration Plugin)
  • Built in VMware Update Manager (VUM), Autodeploy and Host Profiles.
Host & Resource Management and Operations Improvements:Improvement dari Fitur HA (High Availability), DRS (Distributed Resources Scheduler)
  • Pilihan HA Admission control setting yang lebih simpel
[Image: Host-Resource-Management-and-Operations-...24x493.png]
  • VM restart Priority dengan menambahkan highest dan lowest pada urutan prioritas ketika host failed
[Image: VM-restart-Priority-1024x680.png][Image: VM-restart-Priority-2-1024x462.png]
  • Proactive HA, memberikan notifikasi ketika terjadi kegagalan pada host, sehingga admin dapat memberikan aksi yang sesuai, sehingga meminimalisir downtime VMs.
[Image: Proactive-HA.png]
  • Penambahan status Quarantine Mode, ketika terdapat host dengan performa yang menurun, maka dengan status tersebut, semua VM dalam host tersebut akan dipindahkan ke host lain
[Image: Quarantine.png]
  • Management DRS setting Improvements, dengan menjadikan cluster menjadi lebih balanced dengan adanya VM Count.
[Image: DRS-Policies-1024x495.png]
  • Network Aware DRS, DRS yang baru akan melihat host network bandwidth sebelum memindahkan VMs ke host yang lain
[Image: Network-Aware-1024x476.png]
 
  • Storage I/O Control yang dapat mengontrol limit, reservation, dan shares dari IOPS via SPBM (Storage Policy Based Management) menggunakan IO Filters (VAIO)
[Image: SIOC-1024x541.png]
  • Content Library, Sekarang kita dapat mount ISO dalam Content Library, Customize VMs yang berada dalam content Library dan update template existing yang ada dalam content library dan juga HTTP synchronization antara vcenter library.
[Image: Content-Library-1024x470.png] Fault Tolerance Improvements
  • Mengurangi network latency yang dihasilkan dari proses copy VMs dari primary VM ke Secondary VMs sampai 10x.
  • Terintegrasi dengan DRS, yang dapat memilih host dengan cerdas host yang mana yang paling tepat untuk secondary VMs berdasarkan resource yang dimiliki host seperti network bandwidth dan datastore untuk secondary VM akan dilihat dan dipertimbangkan.
[Image: Fault-Tolerance-1024x481.png]
  • Dapat melakukan FT pada saat VMs menggunakan multiple fisikal NIC
Semoga bermanfaat..
Sumber : i-3.co.id

Print this item

  AWS Hadirkan Layanan Hybrid Cloud Terbaru, dari Software sampai Kontainer
Posted by: domblonk - 21-12-2016, 03:32 PM - Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud - No Replies

[Image: keynote-snowmobile.jpg?resize=700%2C467&ssl=1]

Las Vegas, InfoKomputer – Kekuatan Amazon Web Services (AWS) di arena public cloud tak perlu diragukan lagi. Enam tahun berturut-turut, AWS bercokol di posisi Leader dalam Gartner Magic Quadrant untuk Cloud Infrastructure as a Service. Sampai tahun ini, AWS telah memiliki sekitar 1.000 layanan, feature, dan tool cloud baru yang ditawarkan pada pelanggannya.

Di arena hybrid cloud, AWS cenderung bermain lebih “kalem”. Celah ini dimanfaatkan para kompetitornya untuk lebih agresif menawarkan solusi hybrid cloud. Misalnya, Microsoft meluncurkan Azure Stack dan Oracle baru-baru ini memperkenalkan Oracle Cloud Machine. Keduanya akan memampukan pelanggan memboyong kapabilitas cloud Azure dan Oracle ke data center mereka.

Sebenarnya ada beberapa layanan hybrid yang ditawarkan AWS, misalnya Amazon Virtual Private Cloud (VPC) dan Amazon Direct Connect untuk  integrated networking, AWS Storage Gateway dan AWS Snowball untuk data integration, dan AWS Directory Service untuk identity integration.

Langkah AWS menggandeng VMware untuk menyajikan layanan hybrid cloud VMware Cloud on AWS bulan Oktober lalu cukup memperoleh perhatian pasar. Terutama karena cukup banyak organisasi telah memvirtualisasi lingkungan TI on premise-nya dengan VMware dan juga menjalankan aplikasi di cloud AWS.

Hybrid untuk Perangkat IoT

Di ajang AWS re:Invent 2016 yang berlangsung di Las Vegas, AS, AWS memperkenalkan solusi hybrid cloud untuk kebutuhan Internet of Things, yaitu AWS Greengrass. Software AWS Greengrass memampukan IoT connected device menjalankan fungsi-fungsi AWS Lambda, compute, messaging, dan data caching secara lokal. AWS Lambda adalah serverless computing framework untuk menjalankan kode-kode pemrograman di cloud.

Salah satu contoh pemanfaatan AWS Greengrass didemonstrasikan di re:Invent 2016 oleh NASA Jet Propulsion Laboratory, pembuat Rovers, robot penjelajah Planet Mars. AWS Greengrass dipasang pada Rov-E (Remotely Operated Vehicle for Education) agar pemrograman dan pengujian robot-robot JPL dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Dengan AWS Greengrass, JPL dapat membenamkan kemampuan mengeksekusi kode secara lokal pada robot-robot yang akan ditempatkan di lingkungan-lingkungan yang sulit, misalnya di Mars, bulan, atau bumi. AWS Greengrass juga memampukan kode-kode pemrograman pada robot itu  melakukan kalkulasi dan analisa terhadap big data di cloud.

Truk Kontainer untuk Pindahkan Data ke Cloud

Di panggung re:Invent 2016, Andy Jassy (CEO, AWS) juga memperkenalkan generasi terbaru AWS Snowball, layanan data transport untuk memindahkan data berskala petabyte ke cloud AWS.

Layanan bernama Snowball Edge ini dibekali kemampuan yang sama dengan Snowball. Tambahannya adalah kapasitas simpan data yang dua kali lebih besar, sampai dengan 100 TB; kecepatan jaringan empat kali lebih gegas; fasilitas built in Wi-Fi dan komunikasi seluler; dan interface Network File System dengan Amazon S3-compatible endpoint  sehingga Snowball Edge dapat terkoneksi ke cloud, mengirim data dari dan ke Amazon S3.

Bagaimana dengan perusahaan yang datanya mencapai skala exabyte? Jangan khawatir karena AWS mempunyai Snowmobile.Layanan data transport ini  terpasang pada sebuah truk kontainer berukuran panjang hampir 15 meter. Menurut Jassy, Snowmobile dapat menampung data hingga 100 petabyte. “Kami akan mendatangkan truk ini ke data center Anda,” ujarnya.

Untuk mulai memindahkan data, pelanggan cukup menancapkan kabel power Snowmobile dan menghubungkan penyimpan data ke Snowmobile dengan kabel fiber.

Menurut Jassy, butuh waktu sekitar 26 tahun untuk memindahkan satu exabyte data dengan kecepatan 10 Gbps ke data center AWS. Namun dengan sepuluh Snowmobile, proses data transport bisa dituntaskan dalam waktu kurang dari enam bulan.

Sumber : infokomputer.com

Print this item

  Cannot Login After Installation VMWare Esxi 6.0 On HPE DL380 G9
Posted by: andre2mei - 27-10-2016, 10:30 AM - Forum: VMware ESXi 6.x - Replies (4)

Hi, Ini postingan pertama saya.
Saya ucapkan terima kasih banyak atas adanya forum ini semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Bapak2 dan Ibu2,
Ada yang mau saya tanyakan mengenai installasi vmware 6.0 di server hp saya. saya coba install di server hp dl380 g9 tapi ada masalah dengan password nya.
pada saat installasi saya masukan password dan selanjutnya setelah saya selesai intallasi password yang saya konfigure pada saat installasi tidak dapat digunakan untuk login. 
saya sudah mencoba install 3 kali dan menemukan masalah yang sama, apa ada rekan2 di sini yang mengalami hal serupa dan punya solusi?

Note :
saya menggunakan vmware :
VMware-VMvisor-Installer-6.0.0.update02-3620759.x86_64.iso

thanks

Print this item