Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.

Username/Email:
  

Password
  





Search Forums

(Advanced Search)

Forum Statistics
» Members: 778
» Latest member: derryrevaldi
» Forum threads: 212
» Forum posts: 399

Full Statistics

Online Users
There are currently 21 online users.
» 0 Member(s) | 21 Guest(s)

Latest Threads
Konfigurasi Client Server...
Forum: Networking
Last Post: Adi Surahman
26-08-2019, 05:59 PM
» Replies: 1
» Views: 7,910
Datastore Hilang..butuh b...
Forum: VMware ESXi 5.x
Last Post: domsbyte
13-08-2019, 06:49 PM
» Replies: 2
» Views: 3,846
increase kapasitas datast...
Forum: VMware ESXi 6.x
Last Post: syahril
16-07-2019, 01:08 PM
» Replies: 0
» Views: 385
Solusi Jaringan Berbasis ...
Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud
Last Post: Adi Surahman
28-05-2019, 02:54 PM
» Replies: 0
» Views: 1,832
Hybrid Cloud jadi solusi ...
Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud
Last Post: domsbyte
26-05-2019, 09:14 PM
» Replies: 0
» Views: 458
What’s New With VMware ...
Forum: VMware ESXi 6.x
Last Post: vmaja
26-05-2019, 08:57 PM
» Replies: 0
» Views: 329
VMWare Ngebut Tambah Prod...
Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud
Last Post: domsbyte
26-05-2019, 08:48 PM
» Replies: 0
» Views: 289
Setting Network VM agar b...
Forum: VMware Workstation, Player & Fusion
Last Post: vmaja
28-01-2017, 03:47 PM
» Replies: 1
» Views: 23,450
Cara sharing OpenVPN/Soft...
Forum: VMware Workstation, Player & Fusion
Last Post: akanerin7
17-01-2017, 03:45 PM
» Replies: 0
» Views: 12,852
Cara Backup and Recovery ...
Forum: VMware Data Recovery
Last Post: Rian Agung
28-12-2016, 07:15 PM
» Replies: 0
» Views: 2,311

 
  Datastore Hilang..butuh bantuan
Posted by: deardo - 07-08-2019, 10:30 AM - Forum: VMware ESXi 5.x - Replies (2)

Mohon bantuanya...

Dikantor saya menggunakan VM 5.5, kejadian mati lampu kemarin membuat 4 datastore hilang dan beberapa host keterangannya inaccessible...

Mohon bantuannya...

Print this item

  Konfigurasi Client Server Online Pada VMWARE
Posted by: aldhi88 - 17-07-2019, 01:17 PM - Forum: Networking - Replies (1)

Saya menggunakan VMWARE workstation, saya sedang belajar simulasi jaringan client server pada virtual. Pada virtual saya pasang 2 OS :

1. Server (Ubuntu Server)
- eth0 (bridge mode, online)
- eth1 (host-only) konek ke Client eth0

2. Client (windows)
- eth0 (host-only, offline) konek ke Server eth1

Secara Real saya sudah tes konfigurasi server ini dan saya berhasil membuat Client menjadi online melalui DHCP server dari port eth1 server yang saya setting.  saya install DHCP server untuk port eth1 server kemudian internet saya forward ke client memalui port tersebut. Bisakan saya simulasikan ini secara virtual??
mohon bimbingan semuanya

Print this item

  increase kapasitas datastore lama dari hardisk baru
Posted by: syahril - 16-07-2019, 01:08 PM - Forum: VMware ESXi 6.x - No Replies

Dear rekans,

mau bertanya, maaf jika tutur kata kurang baik.
mohon bantu pencerahannya sy mao menambahkan kapasitas datastore pada hardisk baru

spesifikasi : 
VMware ESXI
version : 6.7
build number : 10302608
server : Lenovo ThinkSystem SR650
hdd : 300GB --> (vcenter, ubuntu server & win server)
hdd baru : 900gb

sy menggunakan 2 percobaan
pertama tanpa dicreate datastore pada hardisk baru dan di create datastore pd hardisk barunya

1. hardisk baru tidak di create new datastore
pertama sy coba klik increase hardisk yg lama 
add an extent maupun expand tidak ada select device

2. hardisk baru di create new datastorenya
increase hardisk yg lama 
add an extent maupun expand tidak ada select device
masih sama tidak bisa.

tujuan saya ingin gmn caranya hardisk yg baru bisa digabung dengan datastore yg lama sehingga ketika diperlukan kapasitas ukuran hardisk yg lebih bisa langsung ngambil dari hardisk yg baru
sempet googling tapi blum berhasil/

mohon bantuan pencerahannya
terima kasih atas supportnya.
salam
Syahril Safarosidi

Print this item

  Solusi Jaringan Berbasis Cloud Tawarkan Kemudahan Bagi SME di Indonesia
Posted by: Adi Surahman - 28-05-2019, 02:54 PM - Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud - No Replies

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  EnGenius Networks Singapore Pte Ltd, perusahaan jaringan nirkabel multinasional terkemuka, yang telah berpengalaman dalam solusi hardware dan software untuk perusahaan kecil dan menengah selama lebih dari dua dekade, mengumumkan kehadiran solusi EnGenius Cloud.

EnGenius menggunakan teknologi komputasi cloud tercanggih yang ditanamkan dalam solusi pengelolaan jaringan nirkabel berbasis cloud pertamanya.

Layanan ini ditujukan bagi perusahaan skala kecil dan menengah di Indonesia.

Kehadiran teknologi baru di dalam portofolio EnGenius di bidang solusi jaringan yang terus bertumbuh itu, para administrator TI dari perusahaan-perusahaan kecil dan menengah di Indonesia bisa merencanakan dan menjalankan ribuan jaringan canggih hanya dalam hitungan menit.

Saat ini, banyak perusahaan di dunia yang melakukan transformasi digital dengan mengadopsi jaringan yang mendukung teknologi cloud.

Model jaringan seperti ini telah diterima secara luas oleh karena kemudahan pengaturan dan skalabilitasnya yang tinggi pada beban kerja yang lebih tinggi.

Solusi ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan berskala kecil dan menengah di Indonesia, yang terus didorong oleh pemerintah untuk mengadopsi teknologi digital dalam bisnis mereka, menuju target Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Layanan cloud dari EnGenius diciptakan supaya pengadopsian digital semakin mudah dan terjangkau.

Solusi ini dibangun di atas solusi cloud sejati – pondasinya adalah teknologi komputasi cloud paling canggih yang sudah terkenal di industri, yang beroperasi tanpa server (serverless) dengan desain Function-as-a-Service (FaaS), yang bekerja dalam hitungan mikrodetik dan menawarkan skalabilitas yang tinggi.

Solusi ini juga sudah siap mendukung AI sehingga infrastruktur komputasi cloud yang kuat dan dinamis ini tak terbatas pada perangkat yang dikelola per lokasi.

"EnGenius Cloud telah membuat perusahaan kami berada di posisi terdepan dalam persaingan dan melengkapi solusi pengelolaan jaringan kami," kata Lawrence Lim, Regional GM, APAC & Middle East, EnGenius Networks (S) Pte Ltd, Selasa (28/5/2019).

“Kerja keras tim kami dan dedikasi mereka selama bertahun-tahun telah mampu mengembangkan sebuah solusi pengelolaan jaringan yang bebas langganan dengan insight yang praktis yang dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan yang kompleks dari perusahaan kecil dan menengah di Indonesia," katanya.

EnGenius Cloud menawarkan akses 24/7 ke visual tool yang komprehensif, yang menyajikan tampilan terbaik dari jaringan EnGenius, hingga pemahaman mendetail untuk troubleshooting yang lebih menyeluruh.

sumber : tribunnews.com

Print this item

  Hybrid Cloud jadi solusi tantangan platform digital masa depan
Posted by: domsbyte - 26-05-2019, 09:14 PM - Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud - No Replies

Jakarta (ANTARA News) – Seiring perkembangan pesat platform digital yang makin luas dan kompleks, tantangan di masa depan juga makin beragam. Kebangkitan platform digital telah mendisrupsi tatanan kehidupan dengan mengkonfigurasi ulang penciptaan sumber daya baru dengan skala yang lebih efisien serta berbasis data untuk membentuk lingkaran umpan balik dalam komunitas.

Model bisnis dari platform digital yang menggunakan teknologi untuk menghubungkan orang, organisasi, dan sumber daya dalam ekosistem interaktif, di mana jumlah nilai yang luar biasa dapat dibuat dan dipertukarkan. Teknologi inti yang digunakan platform digital juga makin meluas seperti mobile, QR code, biometrik, hingga digital workplace dan intelligence data analytics.

Kondisi tersebut memicu tantangan di masa depan dalam hal kompleksitas jaringan, inovasi bisnis, pengelolaan konektivitas secara efisien, hingga cyber security. Karena itu, dibutuhkan solusi terdepan guna menjawab tantangan masa depan seiring dinamika bisnis yang menuntut kecepatan, kelincahan, dan efisiensi.

“Infrastruktur utama dari platform digital terletak dalam teknologi cloud. Dewasa ini banyak korporasi mengadopsi teknologi cloud baru yakni SD-WAN (hybrid cloud) yang menawarkan fleksibilitas, latensi lebih unggul, dan lebih aman,” ujar Chief of Product & Service Officer Telkomtelstra Agus F. Abdillah di Jakarta, Kamis. 

Agus menjelaskan, hybrid cloud dapat menjawab tantangan masa depan terkait business intelligence analytics yang didukung dengan keamanan data. Di sektor retail misalnya, tantangan masa depan dapat berupa membangun advanced big data analytics serta bagaimana mengamankan data di data center lokal yang mampu digabungkan dengan data lain secara global. Di sisi lain, sektor retail juga menghadapi tantangan masa depan yakni pemanfaatan jumlah pelanggan yang menggunakan telpon seluler untuk berinteraksi dengan merek serta mengintegrasikan dengan automated customer service. 

Solusi tantangan masa depan di sector retail antara lain modernisasi data gudang dengan advanced big data analytics serta analisis instan terhadap sentimen sosial dan umpan balik pelanggan. Kemudian, mengamankan hasil business intelligence analytics yang sensitive di data center lokal.

Menyadari hal itu, Telkomtelstra menawarkan solusi pengelolaan cloud menjadi satu sistem terintegrasi dengan nama hybrid cloud system. Bekerjasama dengan Microsoft, sistem hybrid cloud ini memungkinkan data yang diklasifikasi strategis dan sensitif tetap tersimpan di data center Telkomtelstra di Indonesia, namun bisa diakses dengan Microsoft Azure publik secara global. Telkomtelstra menghubungkan Microsoft Azure dengan private connection sehingga keamanan datanya lebih terjamin.

Ketua Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) Alex Budiyanto menjelaskan, di masa depan, peran data akan menjadi sentral dan fundamental. Bukan hanya bagi platform digital, data akan menjadi aset terbesar bagi industri dan bangsa ini. Dan seluruh data tersebut akan terhubung dengan cloud computing.

“Kami ingin mengkampanyekan bahwa cloud computing merupakan sentral dari revolusi industri 4.0 karena jika kita melihat perkembangan teknologi dalam revolusi industri 4.0, semua akan terhubung dengan cloud computing,” ujarnya. 

Menurut dia, Internet of Things (IoT) akan mengirimkan data ke cloud, artificial intelligence dan big data analytics merupakan jasa yang terhubung dengan cloud. “Ini merupakan kampanye penting karena jika kita berbicara industri 4.0 kita akan bicara cloud computing karena cloud merupakan aspek fundamental dalam perjalanan revolusi industri 4.0,” ucapnya.

Sumber : antaranews.com

Print this item

  What’s New With VMware VCenter 6.7
Posted by: vmaja - 26-05-2019, 08:57 PM - Forum: VMware ESXi 6.x - No Replies

VMware vSphere 6.7 has been announced by VMware recently and there are many enhancement and new features are available with this release.In this post I am sharing details  about new features and enhancements of vCenter Server Appliance 6.7 .

VCSA 6.7 Improved Architecture
The major change for the vCenter Server Appliance , simplified  architecture. All vCenter Server services are running on a single instance with all the function .

  • vCenter Server with Embedded PSC with Enhanced Linked Mode
  • High availability no longer requires a load balancer and fully supports native vCenter Server High Availability.
  • SSO Site boundaries have been removed which provides flexibility of placement.
  • Supports vSphere scale maximums.
  • TLS 1.0 has been removed and using TLS 1.1
  • 15 deployments allowed in a vSphere Single Sign-On Domain.
  • Node management and maintenance is reduced
  • Built-in Migration Tool will support to import the historical and performance data during a migration .
  • Migration Toll will show estimated time of each option on migration window will take when migrating .
  • You will have option to pause and resume while doing the migration of data in background .
  • Migration from Windows vCenter to VCSA support custom ports if it has been configured in windows vCenter.
  • New HTML5 clarity UI
Sepertinya banyak peningkatan di versi terbaru ini, dan banyak tambahan fitur-fitur didalamnya.. bagaimana menurut anda?



Attached Files Thumbnail(s)
       
Print this item

  VMWare Ngebut Tambah Produk di Kawasan Asia
Posted by: domsbyte - 26-05-2019, 08:48 PM - Forum: Berita Virtualisasi dan Cloud - No Replies

Bisnis.com, SINGAPURA — VMware terus memperbanyak produk layanan perusahaan yang tersedia di Asia untuk mengejar pertumbuh pesat ekonomi digital di kawasan tersebut.

Sanjay K. Deshmukh, Vice President sekaligus Managing Director, Asia Tenggara dan Korea, VMware, mengatakan perusahaan-perusahaan di Asia saat ini tengah berada di garis depan pada proses perubahan global menuju terwujudnya ekonomi inovasi.

“Mengantisipasi akan hal tersebut, VMware makin serius dalam menghadirkan inovasi-inovasi seputar cloud, mobility, dan security guna mendukung pelanggan dalam menyelami proses transformasi digital di perusahaan mereka serta dalam rangka menyongsong hadirnya gelombang pertumbuhan bisnis baru,” kata Desmukh dalam VMware CIO Forum 2019, Kamis (23/5/2019).

Dia menjelaskan transformasi digital menjadi kunci agar bisnis mampu bertahan di tengah gencarnya pengadopsian paradigma ekonomi baru di kawasan Asia karena perubahan yang terjadi memberikan pertimbangan bisnis baru. Perubahan yang terjadi misalnya pergeseran ekspektasi pelanggan, disrupsi yang terakselerasi, industri yang makin kompleks, kendala anggaran dan bakat, serta tantangan keamanan baru.

Namun, menurutnya yang menjadi tantangan adalah bagaimana perusahaan-perusahaan di wilayah ini mampu memastikan bahwa inovasi dan bisnisnya dapat terus bertumbuh hingga puluhan tahun mendatang.  

Selain itu, kurangnya kelincahan dan keterlambatan dalam menerapkan perubahan-perubahan diprediksi akan menjadi sandungan utama dalam menuntaskan perjalanan transformasi digital di lingkungan mereka.

Deshmukh mengungkapkan, jika dilihat perusahaan yang memimpin dengan pertumbuhan ekonomi terbesar dan tercepat di dunia, sebagian ada di Asia. Negara-negara tersebut yaitu Kamboja, Myanmar, Laos, Vietnam yang pertumbuhan ekonominya melebihi 6% dalam 10 tahun terakhir. Selain itu, terdapat aktivitas ekonomi besar yang terjadi di Indonesia dengan peluang bisnis yang besar.

“Saya yakin perusahaan juga telah berinvestasi dalam program transformasi digital untuk  berpartisipasi di peluang bisnis ini,” ujarnya.  

Desmukh mengatakan dengan portofolio solusi inovatif end-to-end terbaru dari VMware, pihaknya menghadirkan cetak-biru untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan transformasi digital.

Belum lama ini, VMware merilis sejumlah peningkatan-peningkatan pada solusi VMware Cloud miliknya yang meliputi penyempurnaan pada VMware Cloud Foundation, VMware vCloud Director, CloudHealth by VMware, serta perluasan akses ke layanan-layanan berbasis Cloud Foundation via VMware Cloud on AWS di Singapura.

Selain itu, melalui peluncuran VMware Cloud on Dell EMC serta Microsoft Azure VMware Solutions yang dilakukan belum lama ini juga bertujuan untuk menjangkau pelanggan lebih luas.

Kemudian, VMware Workspace ONE kini hadir dengan penyempurnaan dalam pengelolaan dan penerapan sistem keamanan yang makin baik, sehingga mampu melindungi fitur-fitur produktivitas pada Office 365 melalui beragam perangkat yang digunakan.

VMware juga memaparkan model pendekatan keamanan yang lebih fokus pada aplikasi dan bukan lagi dititikberatkan pada infrastruktur semata dalam menghalau serangan-serangan di perimeter. Melalui Service-defined Firewall yang diklaim pertama di industri dan disertai dengan peningkatan kapabilitas keamanan pada Workspace ONE.

“Kami berharap  perusahaan-perusahaan yang menggunakan solusi VMware dapat terus mengakselerasi pertumbuhannya, selaras dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di kawasan regional,” katanya.

Sumber : bisnis.com

Print this item

  Setting Network VM agar bisa di ping dari komputer lain
Posted by: ioniers - 20-01-2017, 02:26 PM - Forum: VMware Workstation, Player & Fusion - Replies (1)

Salam kenal para suhu dan master yang ada di forum ini dari newbie.
Saya baru belajar mencoba mengeksplor VMware dan tahap awal telah berhasil berhasil install VMware Workstaion 12 di Laptop Win10 sebagai PC Host.

Kemudian di VM Workstation 12 saya install Windows 7 dan Ubuntu hingga selesai dan dapat dijalan kan dengan konfigurasi network default (Host Only). Pada Kondisi ini VM Win7 dan Ubuntu sudah dapat berkomunikasi (ping) dan bisa koneksi internet dan bisa ping ke PC Host dan PC lain dalam jaringan. Tapi ketika dari PC lain dalam satu network dengan PC Host akan ping ke VM Win7 maupun Ubuntu hasilnya RTO.

Mungkin ada pencerahan dari suhu dan master disini apa yang harus dikonfigurasi.
Terimakasih sebelumnya.

Print this item

  Cara sharing OpenVPN/Softether VPN buat RemixOS di VMWare
Posted by: akanerin7 - 17-01-2017, 03:45 PM - Forum: VMware Workstation, Player & Fusion - No Replies

ceritanya gini nih aku itu mau pake VPN gitu buat RemixOS diVMWare tapi kok gk bisa konek :/ aku coba Bridged ke tetering dari hp andro malah work, plz bantuin cara sharing Tap-Adapter/VPN Client adapter ke Guest OS soalnya proxifier gk berguna T-T.

Print this item

  Cara Backup and Recovery VMs menggunakan vSphere Data Protection
Posted by: Rian Agung - 28-12-2016, 07:15 PM - Forum: VMware Data Recovery - No Replies

Salah satu best practice untuk mem-backup VMs yang ada di server virtualization anda tersedia jika anda membeli license VMware versi 6.0, baik itu yang standard ataupun yang sudah high level seperti vSOM enterprise plus, itu semua sebenarnya sudah dilengkapi dengan satu tools untuk backup and recovery yang disebut VDP (VMware vSphere Data Protection).

Tools ini dapat memberikan keamanan kepada VMs anda apabila sewaktu-waktu VMs anda crash ataupun bermasalah pada aplikasi sehingga perlu recovery. Bahkan dapat recovery OS files yang bermasalah.

Image Level Files
VDP berkomunikasi dengan vCenter Server untuk membuat snapshot VM .vmdk files

Guest Level Backup
VDP support guest level backup untuk Microsoft SQL Server, Exchange Server, dan Share point server karena agent VDP ada di setiap server tersebut.

Untuk lebih jelasnya dapat diikuti langkah-langkah berikut untuk konfigurasi VDP:

  • Deploy OVF Template via vSphere Web Client
  • Masuk ke https://ip_of_vdp:8543/vdp-configure dan ikuti wizard yang ada
  • Setelah itu, icon VDP akan muncul pada vSphere Web Client
[Image: VDP-1024x465.png]
  • Buat backup job dengan klik icon VDP
[Image: VDP2-1024x546.png]
  • Kemudian akan muncul pilihan apakah kita ingin backup aplikasi atau guest level image

[Image: VDP3-1024x321.png]
  • Pilihan selanjutnya adalah apakah full back up images yang berarti VDP membackup semua VMs files ke disk VDP ataukah Individual disk, yang berarti hanya VM disk saja yang diback up.
[Image: VDP4-1024x297.png]
  • Langkah selanjutnya adalah pemilihan VMs yang akan di-backup dari Datacenter.
[Image: VDP5-1024x440.png]
  • Setelah itu, lakukan backup scheduling untuk memastikan seberapa sering VDP akan membackup VMs yang telah dipilih sebelumnya. Contoh kali ini daily, sehingga tiap hari VMs tersebut akan di backup oleh VDP.
[Image: VDP6-1024x236.png]
  • Kemudian harus ditentukan juga retention policy, untuk mengetahui sampai kapan VMs backup akan disimpan dalam system VDP
  • [Image: VDP7-1024x465.png]Setelah itu, berikan nama backup job VMs agar dapat dibedakan dengan backup job yang lainnya.
[Image: VDP8-1024x211.png]
  • Setelah membuat backup job, klik Finished. Pada tab Configuration VDP, dapat dikonfigurasi “Backup Window”. Jika default, maka VDP akan memback-up VMs yang anda pilih start pada pukul 8.00 PM (after office hours).

Semoga bermanfaat.
Sumber : i-3.co.id

Print this item